Senin, 22 Oktober 2012

LEBAKHARJO KEMAH KEMERDEKAAN

Dalam UU no.12 tahun 2010 disebutan bahwa tujuan Gerakan Pramuka adalah "membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup". Tujuan di atas, selanjutnya diimplementasikan melalui pendidikan kepramukaan yang diselenggarakan dengan berpedoman pada prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan. Secara substansial, sosok pramuka yang diharapkan terbentuk melalui pendidikan kepramukaan adalah pramuka yang menjalankan satya dan darmanya dalam laku kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal di atas senada dengan karakter yang ingin dibangkitkan dan dibangun melalui sistem pendidikan nasional pada peserta didik sekolah menengah atas. Ranah karakter yang dimaksud dalam sistem Pendidikan Nasional dikelompokkan ke dalam karakteryang bersifat intra personal dan inter personal. Termasuk ke dalam karakter intra personal adalah hal yang berkaitan dengan olah pikir, yang dicirikan dengan sifat visione cerdas, kreatif, dan terbuka; dan olah hati, yang dicirikan dengan sifat jujur, ikhlas, religius, dan adil. Termasuk ke dalam kjrakter inter personal adalah hal yang berkaitan dengan aspek kinestetis/olah raga, yang dicirikan dengan sifat gigih, kerja keras, disiplin, bersih, dan bertanggurgjawab; dan olah rasa/karsa, yang dicirikan dengan sifat peduli, demokratis, gotongrcyong, dan penolong.
Gerakan Pramuka, sesuai dengan visi dan misinya, telah menjadi tonggak pembentukan insan berkepribadian. Eksistensinya telah memberikan konstribusi yang sangat berarti dalam pembentukan karakter peserta didik di satuan pendidikan. Mengingat peran dan fungsinya yang demikian signifikan, Pendidikan Kepramukaan pada tingkat sekolah menengah selayaknya dilestarikan, dikuatkan, dan diberdayakan secara lebih intsnsif dalam rangka pembudayaan nilai-nilai karakter bangsa melalui penyelenggaraan pendidikan.
Terkait dengan hal tersebut, Gugus depan Abdurrahman Wahid dan Gugus Depan Dewi Sartika MA Miftahul Huda berusaha untuk ikut berperan serta dalam kegiatan yang diadakan oleh Kwartir daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam rangka melakukan suatu skema pembinaan karakter bangsa melalui Kemah Kernerdekaan di Lebak Harjo Kab Malang pada tanggal 4 s/d 7 Oktober 2012. Yang mana kegiatan ini diikuti kurang lebih 910 peserta yang terdiri dari pramuka penggalang, penegak, pandega, dan para pembina dan dalam pemembukaan Kemah Kemerdekaan dihadiri oleh wakil Gubernur Jawa Timur Bpk. SAIFULLAH YUSUF beserta jajaran pengurus Kuartir Daerah Jawa Timur.
Kegiatan Kemah Kemerdekaan meliputi enam materi pokok, yaitu Dinamika Kelompok, Pengembangan Kepribadian, Malam Kemerdekaan, Permainan Kemerdekaan, Pengalaman Terkendali 1 dan Pengalaman Terkendali 2, Malam Brawijaya, Giat Pengut, Refleksi dan RTL yang kesemuanya dirangkai dalam satu kegiatan yang terintegrasi.

1 komentar: